INDIVIDUALIZINGCURRICULUM.
Individualisasi kurikulum dalam PAUD: guru mengenal setiap anak — kemampuan, minat, dan kebutuhannya — lalu menyesuaikan kurikulum berdasarkan informasi tentang anak itu sendiri.
Di lingkungan belajar yang sama, setiap anak menumbuhkan dirinya dengan caranya sendiri — karena anak tidak selalu belajar dengan cara yang sama.
Apa itu individualisasi kurikulum?
Sebelum menyesuaikan apa pun, guru memulai dari satu tempat: mengenal setiap anak.
Individualisasi kurikulum berarti guru mengenal setiap anak dan menyesuaikan kurikulum berdasarkan informasi tentang anak.
Individualisasi kurikulum adalah upaya menyesuaikan pengalaman dan komponen pembelajaran dengan kemampuan, kebutuhan, minat, dan karakteristik peserta didik.
Kedua definisi menunjuk hal yang sama: mengenal anak terlebih dahulu, lalu menyesuaikan kurikulumnya — bukan menyeragamkan cara setiap anak belajar.
Mengapa kurikulum perlu diindividualisasikan?
Setiap anak itu berbeda
Setiap anak mempunyai kemampuan, minat, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Jadi, anak tidak selalu belajar dengan cara yang sama.
Sumber: Glatthorn et al.
Guru harus fleksibel
Karena kondisi setiap anak berbeda, guru perlu menyesuaikan cara mengajar, media, tingkat tantangan, waktu, dan bantuan sesuai kebutuhan anak.
Sumber: Glatthorn et al.
Prinsip utama menurut Gronlund
Lima prinsip yang tertuju pada satu titik: proses belajar setiap anak.
Anak belajar melalui bermain
Kenali anak
Guru mengamati perkembangan anak
Merencanakan pembelajaran
Guru dan keluarga bekerja sama mendukung anak
Delapan area yang dapat disesuaikan
Individualisasi tidak berarti mengubah seluruh kurikulum — guru dapat memilih area yang paling relevan dengan kebutuhan setiap anak.
- Isi / materi
- Tingkat kesulitan
- Proses belajar
- Hasil / produk
- Waktu
- Media
- Lingkungan
- Dukungan guru
Daftar ini menyusul pertanyaan “Apa yang perlu disesuaikan?” pada materi — delapan komponen yang dapat diubah guru untuk membantu setiap anak.
Siklus Asesmen–Pembelajaran
Individualisasi bukan langkah sekali jadi — ia berputar terus: mengamati, menyesuaikan, mengevaluasi, lalu mengamati lagi. Ketuk setiap simpul untuk melihat penjelasannya.
Asesmen–
PembelajaranGronlund (2016)
Observasi anak
Guru memulai proses dengan mengamati anak.
Gronlund (2016) — siklus Asesmen–Pembelajaran
Empat istilah yang dekat dengan individualisasi kurikulum
Empat istilah terkait individualisasi kurikulum menurut Glatthorn (2019). Setiap kartu dapat dibalik: sisi belakangnya memuat penjelasan, contoh di PAUD, dan sumber dari materi.
PPI memiliki proses yang lebih terencana
Berbasis pada hasil asesmen kebutuhan setiap peserta didik — lebih menekankan program individual yang terdokumentasi dan sistematis (Ishartiwi et al., 2023).
- 1Asesmen
- 2Identifikasi kebutuhan
- 3Tujuan
- 4Strategi
- 5Pelaksanaan
- 6Evaluasi / revisi
Peran guru dalam individualisasi kurikulum
Tujuh peran guru sesuai materi — dimulai dari mengamati perkembangan anak hingga mendokumentasikan perkembangannya, lalu berulang sepanjang tahun ajaran.
- 1
Mengamati perkembangan anak
- 2
Mengenali kemampuan dan kebutuhan anak
- 3
Merencanakan pembelajaran berdasarkan hasil observasi
- 4
Memberikan tantangan yang sesuai
- 5
Memberikan bantuan ketika diperlukan
- 6
Melakukan refleksi dan tindak lanjut
- 7
Mendokumentasikan perkembangan
Terdokumentasi
Tantangan yang sesuai
Guru memberikan tantangan yang sesuai — tidak terlalu mudah, tidak terlalu berat untuk setiap anak.
Bantuan ketika diperlukan
Guru juga hadir memberikan bantuan tepat saat anak membutuhkannya dalam proses belajar.
Setiap anak menumbuhkan jalurnya sendiri
Satu taman belajar, banyak arah pertumbuhan. Arahkan kursor, fokuskan dengan keyboard, atau ketuk salah satu jalur untuk membaca ciri khasnya.
Bunga coral: Mekar di ketinggian yang tidak sama dengan yang lain — dan itu wajar.
Gambar di atas adalah ilustrasi konseptual yang membantu memvisualisasikan gagasan bahwa anak tidak selalu belajar dengan cara yang sama — bukan model ilmiah dari materi PPT.
Uji pemahaman singkat
Empat pertanyaan yang jawabannya seluruhnya terdapat pada materi. Pilih jawaban Anda, dan umpan balik langsung muncul.
Merangkum gagasan utama
Satu benang merah menyatukan seluruh materi: mengenal anak, menyesuaikan kurikulum, dan mengevaluasinya — berkelanjutan.
Individualisasi kurikulum berarti guru mengenal tiap anak secara mendalam lewat observasi berkelanjutan, lalu merancang kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan setiap anak (Gronlund, 2016). Semua itu berjalan melalui proses asesmen, penyesuaian, dan evaluasi — tanpa harus membuat kurikulum yang sepenuhnya berbeda untuk setiap anak (Glatthorn et al.).
Tahu kebutuhan anak.
Sumber: Ishartiwi et al., 2023
Pilih strategi, media, tingkat tantangan, atau dukungan.
Sumber: Glatthorn et al.
Lihat kembali kemajuan dan lakukan tindak lanjut.
Sumber: Ishartiwi et al., 2023
Proses ini berjalan berkelanjutan karena guru terus mengamati, merencanakan, dan merefleksikan perkembangan tiap anak sepanjang tahun ajaran.
Dari materi, ke diri sendiri
Empat pertanyaan untuk menghubungkan materi dengan praktik Anda sendiri. Tidak ada jawaban yang benar atau salah di sini.
Di kelas Anda, bagaimana Anda mengenali setiap anak sebelum merencanakan pembelajaran?
Dari delapan area penyesuaian, mana yang paling sering Anda sesuaikan di kelas? Mengapa?
Bagaimana Anda dan keluarga anak bekerja sama mendukung proses belajarnya?
Kapan terakhir Anda melakukan evaluasi dan tindak lanjut atas hasil observasi seorang anak?
Terima kasih
Materi ini disusun sebagai rangkuman tugas S2 Pendidikan Anak Usia Dini pada tema individualisasi kurikulum — semoga bermakna bagi pembacanya.
Daftar referensi (6 sumber)
- Glatthorn, A. A., et al. (2019). Curriculum Leadership: Strategies for Development and Implementation. Bab 15: Individualizing the Curriculum.
- Gronlund, G. (2016). Individualized Child-Focused Curriculum: A Differentiated Approach. Redleaf Press.
- Kucirkova, N., Gerard, L., & Linn, M. C. (2021). Designing personalised instruction: A research and design framework. British Journal of Educational Technology, 52, 1839–1861. DOI: 10.1111/bjet.13119.
- Fitri, M., & Abdul Latif, M. (2021). Adaptive Learning for Early Childhood Education during the COVID-19 Pandemic in Aceh Jaya District: Online vs. Offline. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 27–38. DOI: 10.14421/al-athfal.2021.71-03.
- Ishartiwi, I., Handoyo, R. R., Prabawati, W., & Suseno, A. (2023). The individualized instruction application for personal-social skills of students with intellectual disabilities. Cakrawala Pendidikan, 42(2), 280–294. DOI: 10.21831/cp.v42i2.49240.
- Tetzlaff, L., Schmiedek, F., & Brod, G. (2020). Developing personalized education: A dynamic framework. Educational Psychology Review. DOI: 10.1007/s10648-020-09570-w.